Dalam Politik, Pencitraan Itu Biasa

Dalam Politik, Pencitraan Itu Biasa. Kalimat ini saya ambil dari salah satu status facebook terbaru Mantan Presiden RI ke 6, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Status tersebut merupakan klutwit beliau di twitter yang dishare ulang di facebook. Saya setuju dengan apa yang dikatakan Bapak SBY bahwa dalam dunia politik pencitraan itu hal yang lumrah terjadi. Namun latar belakang apa yang membuat sang mantan presiden mengeluarkan unek-uneknya seperti ini di sosial media?


Dari beragam komentar yang ada di sana, rata-rata mengatakan kalau status Bapak SBY tersebut merupakan sebuah sindiran. Tapi untuk siapa?? Okelah, daripada bertanya-tanya tidak jelas, mari kita simak bunyi status Bapak SBY di facebook berikut ini :


Dalam politik, pencitraan itu biasa. Tapi, jika sangat berlebihan bisa menurunkan kepercayaan rakyat. “Angkuh terbawa, tampan tertinggal” *SBY*


“Diam itu emas”, jika tidak perlu bicara, diamlah. “Bicara itu perak”, jika harus bicara, bicaralah. Tetapi bermutu & bermanfaat.


“Tong kosong nyaring bunyinya”. Akan lebih bijak jika tong yang masih kosong diisi dulu. Isilah dengan pengetahuan & pengalaman.


Permasalahan hidup, juga negara, terus datang & pergi. Yang diperlukan adalah solusi. Dapatkan solusi itu & kemudian jalankan.


Tugas pemimpin: mengatasi masalah. Pimpinlah, termasuk bekerja sama & bermusyawarah untuk mengatasi masalah. Apalagi masalah yg serius.



Dalam Politik, Pencitraan Itu Biasa

0 comments:

Posting Komentar

Berikan Komentar yang Membangun, SPAM dan sejenisnya Tidak Diterima